ptspkemenagbanyumas.com – Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 cuma tinggal menghitung hari. Mulai hari ini, rencana menjelang masa hening Pemilu.
Terkait dengan itu, Kementerian Agama (Kemenag RI) mengimbau para artis film pria dakwah atau dai beserta layanan keagamaan untuk menyerukan terhadap umat dan jemaahnya supaya menjaga kerukunan dan ketentraman pemilu.
Pesan hal yang demikian disajikan oleh Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Direktorat Jenderal Nasehat Masyarakat Islam, Ahmad Zayadi seperti dikutip oleh detikHikmah pada Pekan (11/2/2024).
“Terhadap para Penyuluh Agama Islam, dai-daiyah, member Majlis Dai Kebangsaan (MDK), dan Pokja Majlis Taklim untuk menjadi muharrik, menjadi pionir simpul-simpul yang selalu menjaga kerukunan dan penenteraman memasuki pemilu,” katanya.
Lebih lanjut dia membeberkan, imbauan hal yang demikian bertujuan penting. Pertama, untuk menjaga kondusifitas umat dan kesucian mesjid dengan mencegah kegiatan politik praktis. Kedua, menyokong para artis film pria dakwah mensosialisasikan SE Menag Nomor: SE.09 Tahun 2023 perihal Pertanda Penceramah Keagamaan.
Perlu dipahami, imbauan juga berlaku bagi para pengelola mesjid dan khatib. Sementara itu, tujuan terakhir adalah menyajikan pesan-pesan pemilu tenteram dan rukun sekalian mengutamakan kepentingan persaudaraan dan kerukunan nasional.
“Imbauan kami juga termasuk menyokong masyarakat khususnya kalangan pemilih pemula untuk memakai hak pilihnya di Pemilu 2024,” ungkap Zayadi.
Menurutnya, para artis film pria dakwah dan layanan keagamaan di Indonesia mempunyai peran penting kepada sikap dan perilaku masyarakat, terutama dalam menyoroti kabar-kabar sosial dan politik.
“Sebab itu, kami menyokong para tokoh agama dan institusi keagamaan supaya tak terjebak pada narasi dan gerakan dakwah yang berpotensi memecah umat cuma sebab perbedaan alternatif politik tertentu,” terang Direktur Penais hal yang demikian.
Zayadi juga mengukur, materi pidato yang disajikan ke masyarakat telah patut mengajar, mencerahkan, dan konstruktif dengan tujuan meningkatkan keimanan, memperkuat relasi antar umat beragama, dan menjaga keutuhan banga serta negara.
Kecuali itu, dia juga mengatakan bahwa Pemilu 2024 yaitu momentum penguatan demokrasi untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat yang terbaik. Zayadi ingin para artis film pria dakwah tak gampang terprovokasi dengan ujaran, data, dan isu yang erat kaitannya dengan SARA atau hal-hal peka.
“Dengan prinsip dan skor moderasi beragama di tengah pesta demokrasi 2024, kami ingin para penceramah dan institusi mitra Kementerian Agama bisa kian arif dalam mengaplikasikan materi dan sistem dakwahnya di masyarakat masing-masing,” pungkasnya.